Assalamu'alaikum Wr. Wb. | Selamat datang di situs resmi Pengadilan Agama Ruteng | Media Pelayanan, Transparansi dan Informasi dan Perkara Online
Menu


 

           

SEJARAH SINGKAT PENGADILAN AGAMA RUTENG

 

Oleh:

Novendri Eka Saputra, S.H.I.

BAB I

PENDAHULUAN

Bung Karno berujar “bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah, jangan sekali-kali melupakan sejarah”, demikian penggalan pidato Bung Karno pada saat HUT RI ke 21. Eksistensi dari segala sesuatu tak luput dari sejarah yang melatarbelakanginya. Sejarah merupakan bagian yang amat penting yang tidak dapat dipisahkan dari eksistensi di masa yang akan datang. Sejarah menjadi penting untuk didokumentasikan dikarenakan fakta-fakta yang menjadi bagian dari sejarah sedikit banyak akan mempengaruhi eksistensi. Pun demikian dengan eksistensi Pengadilan Agama Ruteng. Banyak fakta-fakta sejarah, yang selama ini tidak tertulis, nyaris hilang tertelan zaman, padahal fakta-fakta sejarah tersebut amat sangat penting untuk dikenang guna dijadikan pijakan dalam mempertahankan eksistensi Pengadilan Agama Ruteng di masa yang akan datang,dengan mengetahui fakta-fakta sejarah, maka akan semakin kecil kemungkinan terjadinya disorientasi.

Penulisan sejarah Pengadilan Agama Ruteng merupakan manifestasi dari kepedulian Pengadilan Agama Ruteng terhadap sebuah perjalanan sejarah yang telah dilalui. Penulisan sejarah Pengadilan Agama Ruteng secara singkat ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sebuah dokumen penting yang tak ternilai harganya. Selain itu diharapkan dengan ditulisnya sejarah Pengadilan Agama Ruteng ini, dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang eksistensi Pengadilan Agama Ruteng dari masa ke masa, sejak berdiri dan beroperasi hingga saat ini.

Penulisan tentang sejarah Pengadilan Agama Ruteng ini menjadi amat sangat penting adanya, dikarenakan hingga saat ini tidak ada catatan-catatan khusus yang mendokumentasikannya. Diharapkan dengan mengetahui sejarah Pengadilan Agama Ruteng, dapat menumbuhkan kecintaan aparat Pengadilan Agama Ruteng khususnya, sehingga dengan semakin cinta maka akan semakin tumbuh gairah untuk berbuat lebih baik lagi terutama dalam pengabdian dan upaya memberikan pelayanan yang prima.

BAB II

a.        Dasar Hukum

Pengadilan Agama Ruteng adalah salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman dalam lingkungan peradilan Agama di Indonesia yang berkedudukan di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di kota Ruteng - Manggarai yang berada di Pulau Flores. Sebelum lahirnya Pengadilan Agama Ruteng, para pencari keadilan di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II   Manggarai yang akan beracara di Pengadilan Agama, harus datang di Pengadilan Agama di Ende. Dalam kondisi transportasi normal seperti saat ini, perjalanan ke Ende membutuhkan waktu tempuh + 8 Jam perjalanan darat, dengan jarak tempuh tidak kurang dari 250 km. Jauhnya jarak dan beratnya medan tentunya menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat pencari keadilan yang hendak beracara di Pengadilan Agama. Namun sejak Pengadilan Agama Ruteng diresmikan pengoperasiannya di awal Tahun 1984 (tidak ditemukan catatan resmi perihal tanggal dan bulan), kendala jarak dan beratnya medan bukan lagi menjadi hal yang dirisaukan oleh masyarakat pencari keadilan yang berdomisili di Kabupaten Daerah Tingkat II   Manggarai.

Dalam melaksanakan fungsinya, Pengadilan Agama Ruteng pada saat itu  belum mempunyai gedung, dan untuk sementara  menumpang di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kopeta Ruteng yang berlokasi yang saat ini lokasi tersebut menjadi pasar Inpres Ruteng.

Pengadilan Agama Ruteng mulai menjalankan fungsinya berdasarkan kepada :

1.         Keputusan Menteri Agama Nomor 95 tahun 1982 Tentang Pembentukan Cabang Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah Provinsi serta Pengadilan Agama dan Pengaadilan Agama/Mahkamah Syariah;

2.         Keputusan Menteri Agama nomor 96 tahun 1982 Tentang Pembentukan Kepaniteraan Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama;

3.         Keputusan Menteri Agama nomor 76 tahun 1983 Tentang Penetapan dan Perubahan Wilayah Hukum Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah Provinsi dan Pengadilan Agama serta Pengadilan Agama serta Mahkamah Syariah;

b.        Wilayah hukum /Yuridiksi

Pada mulanya Wilayah Hukum/Yuridiksi Pengadilan Agama Ruteng meliputi seluruh wilayah daerah Kabupaten Manggarai (yang kemudian menjadi 3 Kabupaten : Kab. Manggarai, Kab. Manggarai Barat, dan Kab. Manggarai Timur) yang luasnya  ± 7.779 km persegi, dengan Batas-batas sebagai berikut:

1.         Utara berbatasan dengan Laut Flores

2.         Selatan Berbatasan dengan Laut Sawu

3.         Timur Berbatasan dengan Kabupaten Ngada

4.         Barat berbatasan dengan Pulau Komodo.

Seiring berjalannya waktu, berdasarkan Keputusan Presiden nomor 3 tahun 2011, yang didalamnya dinyatakan tentang pembentukan Pengadilan Agama Labuan Bajo, maka Yuridiksi Pengadilan Agama Ruteng pun menyisakan dua (2) Kabupaten, yaitu Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, dengan batas-batas sebagai berikut;

1.         Utara berbatasan dengan Laut Flores

2.         Selatan berbatasan dengan Laut sawu

3.         Timur berbatasan dengan Kabupaten Ngada

4.         Barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Barat (kecamatan Lembor)

Berikut ini adalah data Kecamatan dan Desa yang masuk dalam yurisdiksi Pengadilan Agama Ruteng.

NO

KABUPATEN

MANGGARAI

NO

KABUPATEN

MANGGARAI TIMUR

Kecamatan

Desa

Kecamatan

Desa

1

Langke Rembong

11

1

Poco Ranaka

27

2

Ruteng

16

2

Borong

21

3

Rahong Utara

12

3

Kota Komba

17

4

Lelak

8

4

Elar

21

5

Wai Ri’i

16

5

Sambi Rampas

11

6

Cibal

27

6

Lamba Leda

13

7

Satar Mese

19

 

 

 

8

Satar Mese Barat

20

 

 

 

9

Reok

20

 

 

 

 

9 Kecamatan

149 Desa

 

6  Kecamatan

110 Desa

Jumlah Keseluruhan : 2 Kabupaten, 15 Kecamatan, dan 259 Desa

 

c.         SemberDaya Manusia (Meliputi Tenaga Tehnik yustisial dan administrasi) Dari Tahun Ke Tahun.

Di awal menjalankan fungsinya,Pengadilan Agama Ruteng baru memiliki seorang Pimpinan Kantor/Panitera Kepala, yaitu bapak  SARWOHADI,BA.Selama satu tahun bapak SARWOHADI, BA. selaku Pimpinan kantor/Panitera Kepala tidak pernah menerima gaji, begitu pun dengan Daftar Isian Kegiatan (DIK) yang juga belum ada. Walau dengan kondisi seperti itu bapakSARWOHADI, BA. selaku Pimpinan Kantor/Panitera Kepala mengangkat seorang bendahara An. ISMAIL, selain menjabat sebagai bendahara Pengadilan Agama, saat itu ISMAIL juga merangkap sebagai Kepala Kantor Urusan Agama Kopeta Ruteng. Tidak beberapa lama bapak ISMAIL mendapat mutasi tugas ke Alor, dan kemudian posisinya digantikan oleh bapak ABDUL MALIK, baik sebagai Bendahara Pengadilan Agama Ruteng Maupun sebagai Kepala Kantor Urusan Agama Kopeta Ruteng.

Pada awal tahun 1985, Pengadilan Agama Ruteng mendapat suntikan seorang  hakim An.Drs.RIDWAN ALI MUNIR serta dua orang pegawai An. Drs. SULAIMAN ABDULLAH Melihat kondisi minimnya kuantitas SDM Kantor Pengadilan Agama pada saat itu, bapak H. SARWOHADI, BA. selaku Panitera kepala mengangkat tenaga honorer bernama ABDUL SYUKUR, dan beliau menjadi satu-satunya putra daerah Manggarai yang berkantor di Kantor Pengadilan Agama Ruteng. Selain mengangkat seorang tenaga honorer, bapak H. SARWOHADI, BA. juga mengusulkan beberapa orang pegawai kantor Departeman Agama Kabupaten Manggarai untuk diangkat sebagai hakim agama tidak tetap, masing-masing atas nama M. YUSUF TAHIR, BA., RUSUL, BA., dan Drs. AHMAD ZM.

Dengan kuantitas SDM yang ada, praktis Pengadilan Agama Ruteng terhitung sejak tanggal 24 Desember 1983 hingga 18 November 1988 hanya dipimpin oleh H.SARWOHADI,BA.,baru pada tanggal 19 November 1988 dilantik seorang Ketua An. Drs. SYAHRIL dan mendapatkan tenaga Pegawai tambahan bernama Drs. IMAM ASMU’I. Setelah itu pada bulan Juli 1991 hingga 1999 Pengadilan Agama Ruteng dipimpin oleh seorang Ketua bernama H. SARWOHADI, BA Kemudian secara berturut-turut Pengadilan Agama Ruteng dipimpin oleh seorang Ketua, sebagai berikut:

Pimpinan Kantor / Panitera Kepala

NO

NAMA

PERIODE

1.

H. SARWOHADI, BA

1983-1988

Ketua

DAFTAR KETUA PENGADILAN AGAMA RUTENG

NO

NAMA

PERIODE

1

 Drs. SYAHRIL

1988-1991

2

 Drs. ARBA’I

1999-2001

3

 Drs.ALI MUFID

2001-2004

4

 Drs. ROFI’I, M.H.

2004-2010

5

 Drs. IRWANDI, M.H.

2010-2012

6

Drs. MUSLIM, M.H.

2014 -s/d sekarang

Selain Ketua, Pengadilan Agama Ruteng pernah pula beberapa kali berganti Wakil Ketua dan Panitera/Sekretaris. Berikut daftar nama Wakil Ketua dan Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Ruteng dari masa ke masa :

 

NO

DAFTAR WAKIL

NAMA

PERIODE

1

 H. SARWOHADI, BA

1991-1999

2

 Drs. ALI MUHFID

1999-2001

3

 Drs. ROFI’I, MH

2001-2004

4

 Drs. ZAENULLAH, MH

2004-2008

5

 Drs. MUTAKIN

2008-2010

6

 Drs. H. RAHMAD HIDAYAT Hs, SH, MH

2010-2012

7

 Drs. HASBI, MH

               2012-2014

8

 SUTAJI, S.H., M.H.

2015- s/d sekarang

 

NO

DAFTAR PANITERA/SEKRETARIS

NAMA

PERIODE

1

Drs. ABDUL SYUKUR

1988 – 1999

2

RUSLI, SH (Plt)

1999 – 2000

3

Drs. M. SIDIQ

2000 – 2007

4

Drs. MUH. TAMRIN

2007 – 2011

5

INSANI MIRATILLAH INDA SELA, S. Ag

2011 – s/d sekarang

Selanjutnya akan dipaparkan kondisi riil SDM Pengadilan Agama Ruteng terkini :

NO

NAMA

NIP

JABATAN

PGKT/

GOL

1

Drs. Muslim, M.H.

196812311994031033

Ketua

IV/a

2

Sutaji, S.H., M.H.

196808091992031003

Wakil Ketua

IV/a

3

Madjibran Tjebbang, S.H.I.

198306302007041001

Hakim

III/c

4

Nasrudin Romli, S.H.I.

198605102011011013

Hakim

III/b

5

Novendri Eka Saputra, S.H.I.

198612032011011010

Hakim

III/b

6

Insani M. Inda Sela, S.Ag

197408142000122001

Pansek

III/d

7

Ahkmad Suadi, S.H.

196712311994031049

Wapan

III/c

8

Usman Asafah, ST., M.H.

197709102005021001

Wasek

III/c

9

ST. Hamilah

197007051994032004

Kaur Kepeg

III/b

10

M. Thahir Guhir, S.H.

198212272009041005

Kaur Keuangan

III/b

11

Ratna Khuzaemah, S.H.I.

198909222012122001

Kaur Umum

III/a

12

Irwan Setiawan

198703102009121003

Bendahara

II/b

Melihat kuantitas SDM yang tersedia, dan beban tugas yang diemban, maka dirasa perlu melakukan penambahan SDM dari Pegawai Tidak Tetap. Berikut adalah data Pegawai Tidak Tetap pada Pengadilan Agama Ruteng:

NO.

NAMA

PENDIDIKAN TERAKHIR

1

Musliadi

SMA

2

Khairul Anam

SMA

3

Fitri Widiawati

D1

4

Azan Ashadi Mustofa

SMA

5

A.    Rahim, DM

D3

6

Ahmad Junaidin

SMA

Dari data terakhir tentang kondisi kuantitas SDM yang ada saat ini, dengan mengingat kosongnya beberapa posisi jabatan, perlu kiranya kedepan dilakukan penambahan SDM guna mengisi posisi jabatan-jabatan yang kosong, diantaranya jabatan Panmud Gugatan, Panmud Permohonan danPanmud Hukum.

d.        Gedung Pengadilan Agama Ruteng

Pada masa-masa awal beroperasinya Pengadilan Agama Ruteng, tidaklah serta merta langsung menempati sebuah gedung khusus. Layaknya kantor-kantor Pengadilan Agama lainnya di Indonesia di masa lalu, saat itu  Pengadilan Agama Ruteng menumpang berkantor di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kopeta Ruteng (saat ini lokasi tersebut berubah menjadi lokasi berdirinya pasar Inpres Ruteng). Namun berkat kegigihan serta kerja keras tidak kenal lelah yang dilakukan oleh Pimpinan Kantor Pengadilan Agama Ruteng saat itu bapak H. SARWOHADI, BA., dengan berbekal kedekatannya dengan aparat pemerintah setempat, pada akhirnya Pengadilan Agama Ruteng mendapatkan anggaran Balai sidang sebesar Rp. 30.500.000,- (tiga puluh juta lima ratus ribu rupiah), pada akhirnya tepat pada hari Jumat tanggal 1 Nopember 1985, diresmikanlah gedung balai sidang Pengadilan Agama Ruteng yang berlamat di Jalan Adicucipto-Ruteng oleh Koordinator Pemerintah Kota Ruteng yang ditandatangani oleh SOEPARJO RUSTAM selaku Menteri Dalam Negeri R.I saat itu.

Saat ini gedung yang telah mengalami beberapa kali renovasi itu sudah tidak dipergunakan lagi dan beralih fungsi menjadi Mess Hakim Pengadilan Agama Ruteng, karena saat ini Pengadilan Agama Ruteng telah memiliki gedung yang baru yang berada di Jalan Satar Tacik.

 

BAB VI

PENUTUP

 

Demikianlah Sejarah singkat Pengadilan Agama Ruteng dalam data dan fakta, sejak berdiri hingga saat ini. Semoga apa yang saya sajikan ini dapat bermanfaat, khususnya bagi keluarga besar Pengadilan Agama Ruteng sebagai sebuah motivasi untuk terus membuat sebuah prestasi dan inovasi dan bagi Peradilan Agama pada umumnya. Akhirnya, atas kekurangan penyajian dan keterbatasan data yang kami disajikan, mewakili keluarga besar Pengadilan Agama Ruteng, mohon maaf sebesar-besarnya, dansaya ucapkan terima kasih.

 

 

 

 

 

 

 

 

Go to top