Assalamu'alaikum Wr. Wb. | Selamat datang di situs resmi Pengadilan Agama Ruteng | Media Pelayanan, Transparansi dan Informasi dan Perkara Online
Menu


 

           

                   “POSBAKUM KELILING PENGADILAN AGAMA RUTENG"

 

                                                                                    

             Oleh:

                     Nasrudin Romli, S.H.I. dan Novendri Eka Saputra, S.H.I.

 A.      Latar Belakang Masalah;

 Pengadilan Agama Ruteng berada di wilayah Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kota Ruteng sendiri merupakan ibu kota dari Kabupaten Manggarai. Mayoritas penduduk asli NTT khususnya di wilayah Manggarai menganut agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan, sedangkan penduduk yang beragama Islam di wilayah Manggarai adalah para pendatang seperti dari Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan. Kebanyakan para pendatang bertempat tinggal di pesisir-pesisir pantai dan pegunungan-pegunungan yang jaraknya sangat jauh dari kota Ruteng. Sebagian besar pendatang berprofesi sebagai petani dan nelayan sehingga termasuk kedalam kategori masyarakat menengah ke bawah.

 Secara administratif wilayah hukum Pengadilan Agama Ruteng membawahi 2 Kabupaten yang meliputi Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Wilayah geografis tersebut sangat luas dengan bentuk pegunungan dan jalan yang sempit berkelok sementara sarana transportasi angkutan umum yang ada belum memadai, sehingga membuat  masyarakat sangat kesulitan untuk sampai ke Pengadilan Agama Ruteng. Selain itu masyarakat juga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang cukup lama untuk mendaftarkan perkara mereka ke Pengadilan Agama Ruteng.

 Selama tahun 2015 Pengadilan Agama Ruteng mendapatkan alokasi anggaran untuk menyediakan layanan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Pengadilan. Namun dengan kondisi masyarakat di atas ditambah sulitnya perjalanan yang harus ditempuh oleh para pihak, membuat layanan posbakum di Pengadilan Agama Ruteng belum terlihat optimal dalam memenuhi layanan masyarakat yang tidak mampu sesuai dengan keinginan Perma Nomor 1 tahun 2014.

 Dari latar belakang tersebut, Pengadilan Agama Ruteng terus berupaya mencari solusi dan melakukan pencarian inovasi untuk memecahkan permasalahan di atas agar tujuan utama pelayanan kepada masyarakat dapat terpenuhi dan terealisasi dengan baik.    

 B.      Inovasi Pemecahan Masalah yang dilakukan Pengadilan Agama Ruteng;

 Terilhami dari Slogan Mahkamah Agung RI yang berbunyi “Justice For All” dan adanya PERMA Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan, maka Pengadilan Agama Ruteng membuat suatu inovasi yaitu “Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) KELILING”. Layanan POSBAKUM KELILING ini dilakukan di 2 Kecamatan yakni Kecamatan Reok dan Kecamatan Borong dengan pertimbangan selain jarak yang jauh dari Pengadilan Agama Ruteng juga terdapat Bank Unit di dua Kecamatan tersebut.

 Layanan POSBAKUM KELILING dilakukan setiap hari Senin dan hari Jumat dari Jam 08.00 sampai jam 11.00 WITA bertempat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Reo dan Kantor Urusan Agama Kecamatan Borong. Posbakum Keliling ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat informasi, konsultasi dan membantu membuatkan dokumen hukum (surat Gugatan/Permohonan) bagi pihak yang akan berperkara saja, akan tetapi para pihak juga bisa langsung mendaftarkan perkaranya di POSBAKUM KELILING tersebut, sehingga dengan adanya inovasi ini memudahkan masyarakat pencari keadilan untuk mendaftarkan perkaranya di Pengadilan Agama Ruteng.

 C.      Alur dan Sistem Pendaftaran Perkara Pengadilan Agama Melalui POSBAKUM KELILING;

  • Pihak yang akan berperkara datang ke POSBAKUM di tempat mereka berdomisili atau POSBAKUM yang terdekat dengan domisili mereka;
  •         Pihak yang akan berperkara dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan Petugas POSBAKUM tentang permasalahan mereka atau dapat langsung meminta dibuatkan Surat Gugatan/Permohonan kepada Petugas POSBAKUM tersebut;
  •        Setelah dibuatkan surat Gugatan/Permohonan, para pihak yang akan berperkara bisa langsung mendaftarkan perkaranya dengan alur sebagai berikut:

a.       Petugas POSBAKUM sebelumnya telah dibekali dengan Pengetahuan tentang alur pendaftaran di Pengadilan Agama Ruteng, SK Panjar Biaya Perkara dari Ketua Pengadilan Agama Ruteng, SKUM yang telah ditandangani oleh kasir Pengadilan Agama Ruteng dan blanko panduan pembuatan gugatan/permohonan;

b.      Selanjutnya Petugas tersebut menghubungi call center Pengadilan (Petugas Meja 1 dan Meja 2) dan memberitahukan ada pihak yang mendaftar di POSBAKUM KELILING, kemudian Petugas Pengadilan memberikan nomor perkara dan taksiran panjar biaya perkara kepada Petugas POSBAKUM tersebut;

c.       Petugas POSBAKUM memasukkan nomor perkara dan taksiran panjar biaya perkara ke dalam SKUM;

d.      Petugas POSBAKUM memberikan SKUM untuk ditanda tangani oleh pihak yang akan berperkara;

e.      Pihak yang akan berperkara membayar panjar biaya perkara kepada Bank Unit di kecamatan tersebut;

f.        Pihak yang akan berperkara mengembalikan SKUM dan kwitansi bukti pembayaran di BANK Unit kepada Petugas POSBAKUM;

g.       Petugas POSBAKUM memberikan cap lunas pada SKUM tersebut di atas;

h.      Petugas POSBAKUM mempersilahkan pihak Penggugat/Pemohon untuk pulang;

i.         Pada hari itu juga Petugas POSBAKUM mengantarkan berkas perkara yang telah didaftarkan tersebut melalui kantor pos ke Pengadilan Agama Ruteng; (sampai ke Pengadilan Agama Ruteng paling lambat 3 hari);

j.        Kemudian setelah berkas perkara tersebut sampai di Pengadilan Agama Ruteng, Petugas Pengadilan (Meja 1 dan Meja 2) mengecek kelengkapan dari surat Gugatan/Permohonan, SKUM dan Kwitansi bukti pembayaran di Bank BRI unit, apabila telah lengkap dan benar semua, petugas pengadilan kemudian memproses dengan alur sebagai berikut:

1.       Petugas memberikan nomor perkara pada surat Gugatan/Permohonan;

2.       Kasir membukukannya kedalam Buku Jurnal Keuangan Perkara;

3.       Petugas mencatat perkara tersebut kedalam Buku Regiter Induk Gugatan/Permohonan;

4.       Petugas memasukkan surat Gugatan/Permohonan tersebut kedalam berkas perkara yang telah dilengkapi dengan formulir:

a.       Penunjukan Majelis Hakim;

b.      Penunjukan Panitera Pengganti;

c.       Penunjukan Juru Sita/Juru Sita Pengganti;

d.      Penetapan hari sidang;

5.       Petugas menyerahkan berkas perkara kepada Panitera melalui Wakil Panitera  untuk diteruskan kepada Ketua Pengadilan Agama Ruteng;

6.       Ketua Pengadilan menunjuk Majelis Hakim;

7.       Panitera menunjuk Panitera Pengganti;

8.       Ketua Majelis menetapkan hari sidang;

9.       Panitera menunjuk Juru Sita/Juru Sita Pengganti;

10.   Juru Sita/Juru Sita Pengganti mengantarkan Relaas panggilan kepada para pihak yang berperkara dengan menyertakan surat Gugatan/Permohonan yang telah diregister di Pengadilan Agama Ruteng;

D.      Penutup;

Inovasi pelayanan publik dengan Tema POSBAKUM KELILING ini adalah bentuk pertanggungjawaban Pengadilan Agama Ruteng terhadap anggaran negara yang diperuntukkan bagi orang yang tidak mampu di Pengadilan. Inovasi ini juga sekaligus mengoptimalkan fungsi POSBAKUM Pengadilan agar lebih dekat dengan masyarakat sehingga pemanfaatannya bisa lebih dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

Posbakum Keliling ini bukan hanya sebagai tempat Informasi, Konsultasi, serta pembuatan surat permohonan atau gugatan saja akan tetapi juga sebagai tempat pendaftaran perkara Pengadilan. Dengan demikian diharapkan dengan adanya inovasi ini masyarakat pencari keadilan yang berada di wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama Ruteng khususnya di wilayah yang terpencil dapat terbantu baik dari segi materi, waktu, dan tenaga sehingga azas Pengadilan yang Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan dapat diimplementasikan dalam inovasi yang dibuat oleh Pengadilan Agama Ruteng ini. 

 

 

Go to top