Assalamu'alaikum Wr. Wb. | Selamat datang di situs resmi Pengadilan Agama Ruteng | Media Pelayanan, Transparansi dan Informasi dan Perkara Online
Menu

 

           

Ruteng, Selasa 12 Maret 2018, ada perjumpaan, ada pula perpisahan. “Perpisahan adalah terbatasnya raga dengan jarak dan waktu, namun kami selalu yakin semangat dan keteladananmu akan selalu menjadi inspirasi dan motivasi kerja bagi kami”. Kalimat itulah yang mewakili perasaan seluruh aparatur Pengadilan Agama Ruteng pada saat acara perpisahan wakil ketua Pengadilan Agama Ruteng menuju ke tempat tugas yang baru sebagai Ketua Pengadilan Agama Cilegon, yang dilaksanakan di ruang sidang utama PA Ruteng.

 

Meskipun dalam suasana sederhana, namun acara yang dipandu oleh Ratna Khuzaemah, S.H.I. berlangsung khidmat dan penuh dengan keharuan.

 

 

Acara diawali dengan kesan dan pesan dari Keluarga Besar PA Ruteng yang diwakili oleh Musliadi, tenaga honorer PA Ruteng. Musliadi merasa bangga sekaligus sangat terharu karena selama bertugas di PA Ruteng sejak akhir Tahun 2005 hingga saat ini baru pertama kali ini ada teman dari honorer diberikan kesempatan untuk membawakan pesan dan kesan, kemudian dalam kesan dan pesannya atas nama keluarga besar PA Ruteng mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak wakil (sapaan akrab H. Husnul Muhyidin, S.Ag selama bertugas di PA Ruteng) yang telah banyak membimbing dan membantu kami, baik dalam tugas-tugas kedinasan sehari-hari maupun dalam kegiatan-kegiatan lainnya, dan juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak wakil apabila dalam pergaulan sehari-hari terdapat hal-hal yang kurang berkenan baik itu yang disengaja maupun tidak disengaja yang dialami oleh bapak wakil selama bertugas di PA Ruteng. Dan dikesempatan terakhirnya Musliadi juga berpesan kiranya ukhuwah yang selama ini terjalin dengan baik, tidak terputus hanya karena berpisah tempat tugas.

 

 

Kemudian acara dilanjutkan kesan dan pesan yang disampaikan oleh bapak Wakil Ketua PA Ruteng H. Husnul Muhyidin, S.Ag, dalam kesempatan pertamanya beliau atas nama isteri beliau menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar PA Ruteng karena tidak dapat menghadiri acara pengantar alih tugas ini karena ada urusan keluarga di Lombok yang tidak bisa ditinggalkan, kemudian dalam kesan dan pesannya beliau sebenarnya sangat berat untuk pergi kalau bisa memilih beliau ingin lebih lama lagi bertugas di PA Ruteng, meskipun ini adalah mutasi paling singkat yang dialami beliau namun beliau merasa mutasi kali ini adalah mutasi yang paling berat dalam hidup beliau dengan kehangatan dan rasa persaudaraan yang sangat luar biasa yang dialami beliau selama bertugas di PA Ruteng, dan di dalam kesempatan terakhir atas nama pribadi dan keluarga beliau mohon pamit kepada seluruh aparatur PA Ruteng dan apabila selama bertugas di PA Ruteng ada tutur kata maupun sikap dari beliau maupun dari keluarga beliau yang kurang berkenan di hati seluruh keluarga besar PA Ruteng mohon untuk dimaafkan.

 

 

Kemudian acara dilanjutkan amanat dari Ketua PA Ruteng, Sutaji, S.H., M.H., dalam kesempatan tersebut, beliau meminta kepada bapak wakil agar terus menjaga tali silaturahim dan terus menjaga komunikasi karena bapak sampai kapanpun juga adalah bagian dari keluarga besar PARuteng, ujar Ketua PA Ruteng tersebut. Ketua juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak wakil yang telah mencurahkan segala daya upaya, baik sumbangsih tenaga atau fikiran selama bertugas yang kesemuanya itu untuk kemajuan PA Ruteng. Kepergian bapak wakil, jelas merupakan kehilangan yang sangat besar karena PA Ruteng tahun ini mempunyai target untuk mendapatkan SAPM dari Mahkamah Agung RI namun PA Ruteng harus kehilangan salah satu pimpinan terbaiknya. Ketua juga memohon maaf baik sebagai pribadi atau mewakili instansi jika selama ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan baik di dalam maupun di luar kedinasan, lanjut Ketua mengakhiri amanatnya.   

 

  

Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari keluarga besar Pengadilan Agama Ruteng kepada Pejabat yang akan mutasi, dan diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Hakim PA Ruteng, Nasrudin Romli, S.H.I., M.H.

Selamat jalan bapak, prestasi kerjamu memang luar biasa. Kedudukan tinggi pantas engkau dapatkan. Kami salut sekaligus sedih, karena tak bisa lagi belajar banyak dari dirimu. Engkau pergi jauh karena kehebatan prestasimu. Kami tak iri dengan posisimu saat ini. Kami hanya iri dengan rekan-rekan kerjamu yang baru, yang akan mendapatkan sosok baik dan cerdas seperti dirimu. Selamat bekerja di tempat yang baru. (Tim IT PA Ruteng)

Go to top